Senin, 20 Oktober 2008

not meaning..

aku memang kalah tak mampu meraih hatimu,, aku memang kalah tak mampu meraih jiwa dan ragamu,, tp aku tak kalah dalam mencintaimu sebagaimana mereka yang telah meraih hati dan jiwa ragamu,, atau mungkin aku yang menang karena aku masih mencintaimu dalam kekalahan, meski aku telah putus asa..
mungkin saat jalan-jalan sudah kau tutup untuk aku memelukmu, aku masih mencarimu meski hanya dalam dunia maya.. mungkin saat waktu mulai kau kunci untuk mendengar suaramu, aku masih menunggumu meski kau telah lenyap bersama lain wanita.. atau mungkin saat kututup rapat-rapat pintu dan jendela untuk lari dari derita dibawa, aku masih mencintaimu meski telah putus asa.. dan ketika tidak ada lagi tanda-tanda serta aku kehilangan arah untuk menemukanmu, ditempat inilah aku terbiasa menunggumu meski aku telah putus asa.

(dulu waktu gw bikin kalimat2 ini, rasanya so sweet bgt,,gw baca berulang2 seperti remaja2 membaca surat cinta dari pasangannya, seperti pujangga yg rela menderita untuk pujaannya, seperti pelukis yg sangat mengagungkan karya lukisnya, seperti penyanyi yg menciptakan lagu hits, semua terasa amazing pada masanya,tp skarang gw ngrasa kalimat2 yg terangkai itu lebaaay bgt alias super berlebihan. aaaaaah muak gw dengan fanatisme buta seperti yg gw gambarkan pada pengakuan di atas. ketika semua berubah secara revolusioner,, that's nothing. memikirkan hal yg lebih real jauh lebih berharga dari sekedar jd budak kekaguman..).

Tidak ada komentar: