Kamis, 06 Mei 2010

lukaku

yang terekam dalam dinding kamarmu bukan wajahku, bukan aku, sebuah kisah yang sangat pantas untuk kamu akhiri,menurutmu. apalagi yang perlu dirundingkan jika tempat pun sudah tak tersisa. sudah ku pahami apa yang sedang dan akan terjadi, mungkin hilang begitu saja dengan meninggalkan semburat merah yang berjejak tragis. memar yang abadi kau tinggalkan. skarang hanya itu saja dulu. mungkin masa akan membuatmu berpikir untuk melakukan lebih. kamu tahu! kamu paham! skarang pun kamu mulai merobek sgalanya dariku!

Tidak ada komentar: