Kamis, 06 Mei 2010

lukaku

yang terekam dalam dinding kamarmu bukan wajahku, bukan aku, sebuah kisah yang sangat pantas untuk kamu akhiri,menurutmu. apalagi yang perlu dirundingkan jika tempat pun sudah tak tersisa. sudah ku pahami apa yang sedang dan akan terjadi, mungkin hilang begitu saja dengan meninggalkan semburat merah yang berjejak tragis. memar yang abadi kau tinggalkan. skarang hanya itu saja dulu. mungkin masa akan membuatmu berpikir untuk melakukan lebih. kamu tahu! kamu paham! skarang pun kamu mulai merobek sgalanya dariku!

from weekend till the end..

waktu itu tiap weekend kau dtg menjemputku. di depan gang kau menunggu hingga ku selesai berdandan. kita telusuri jalan-jalan yang bertabur bahagia, semakin berat hatimu untuk aku lepaskan..
tp kini keadaan hidupku telah jauh berbeda, tak ada lg hati yang menungguku hingga usai ku berdandan. aku telusuri jejak-jejak jalan yg bertabur kenangan, semakin berat hatimu untuk aku lupakan..
jika hidup harus berputar, biarlah berputar.. akan ada harapan sekali lagi. karena hidup harus berputar, biarlah berputar akan ada harapan sekali lagi untuk hati ini hidup kembali.