Senin, 10 Agustus 2009

dalam sehari semalam

kalau tak bisa aku menangis
sesak ku tahan
dalam suara sumbang tanpa aturan nada yang bernama tawa

masih aku bertahan kala matahari terang
hingga siang mulai redup masanya
tak seorang pun tahu,,tak seorang pun
kala hati perang
antara kesabaran dan kesakitan
belum menang, juga aku belum kalah dalam perang
aku hanya lelah dalam kesakitan
yang aku telan mentah-mentah

lalu aku rebah
kala campuran cairan bening dan merah
merajalela dalam tubuhku
dan aku tak berdaya
memanas, berjalan tertatih
kulalui malam dengan riang tapi semu
karena kesadaranku ambruk
juga tubuhku.

minggu, 09 agustus '09

Tidak ada komentar: