Jumat, 02 Januari 2009

dear my mom

Dear, my mom

Dear, my mom..

18 juli '08

Ibu,, kita memang jarang berbincang. Kerap kita saling teriak tanpa ada kata maaf meski kadang aku merasa salah, begitupun sebaliknya. Ibu,, apa aku berubah? Yang aku tau sudah lama aku tak punya banyak kata setibaku dirumah. Bahasa tubuhku cukup untuk mewakili jawaban dari pertanyaan2mu sehari2. Ibu,, apa aku pernah datang mengeluh padamu tentang masalah2ku?, seingatku tak pernah sekalipun kulakukan itu sejak kutanggalkan seragam putih merah. Tp belakangan ini aku teramat ingin memelukmu, terlebih lagi ketika aku pulang dalam keadaan penat dan perasaan sesak serta sulit bernafas dengan wajah yang tak lagi berbentuk manis. HATIKU SAKIT,BU!!! Aku ingin memelukmu sambil menangis dan bercerita tentangnya dan tentang kesakitanku. Aku hampir tak sanggup menyimpan ini sendiri, bu. Tp aku juga tak ingin kau tau bahwa aku sakit, aku tak ingin kau lihat air mataku meleleh untuk kedua kalinya untuk lelaki karena sejak saat itu dalam hatiku berjanji tak kan lg kau lihat aku menangis untuknya. Aku ingin menjadi anakmu satu2nya yang tegar, yang kuat kelak aku menjadi sebatang kara. Tp saat ini aku kembali rapuh, bu.. slogan hidupku yang berbunyi “bertahan dan semangat!!” kini tinggal kata tanpa makna. Bahkan semalam kau lihat lg aku menangis dalam simpuh dan doa kan, Bu?!. Kau pun murung setelah itu meski tak kau tanyakan apa2 padaku karena kau tau aku tak suka bercerita tentang rahasia. Maaf bu,.. aku cengeng.. aku lemah.. aku bodoh,, aku berdosa,, hanya karena seorang lelaki yang tak mampu kumiliki. Tp aku janji, bu,, aku akan tetap menjadi pelindungmu, dan kita akan berbahagia dihari depan dengan segala rencana besarku sambil melewati kesakitan ini. Love u so much,,Bu.. aku akan berjuang untuk menjadi lebih dari yang kau mau.

Anakmu

Tidak ada komentar: