Kamis, 30 Oktober 2008

new heart

terserah orang mu berkata apa ttg gw saat ini,, yg jlas ga da satu orang pun yg dapat menepis takdir atau pun anugerah,, begitu juga dengan gw yg belakangan ini ngrasa kurang waras coz anugerah atau musibah yg Dia kasih. gw cuma bisa mensyukurinya. seneng coz kekecewaan gw telah sembuh dengan keberadaan dia yg ga pernah terduga..

,,,,,,,,,,,,,NAR,,,,,,,,,,,,,,,

jangan menatapku seperti itu,,
kalau saja kau tahu
aku tak mampu melawan tatapmu lebih dari sedetik
jangan terlalu kerap kau menghampiriku
karena akan semakin banyak kesanmu
yang merusak akal sehatku

jangan perbanyak kata-katamu
untuk berbincang denganku
aku takut kau akan tahu
aku sedang mencoba meracunimu
seperti kau telah membiusku
melalui mata paling binar milikmu,
lewat senyum paling dalam lelaki lugu,
bibir mungil nan merahmu,hidung mancung elok sempurnamu,
atau dengan tingkah lugu yang menggodaku
menggoda untuk aku sentuh
seperti pernah aku sentuh seluruh wajahmu
atau seperti pernah ku jamah bahu dan punggungmu

berhenti, Nar,,
aku tiba pada jurang ketidakmampuan
tidak mampu menghentikan senyumku
ketika mengingat kita berdua disiang itu
tidak mampu menahan mataku
untuk mengintaimu di sudut-sudut situ
aku terjatuh pada lembah kebimbangan
bimbang menyadarkan siapa “aku” untukmu
bimbang membuang sketsamu
untuk keluar dari imajinasiku
bimbang mencari celah untuk selingkuh
atau meninggalkanmu sesuai berlakunya waktu.


26 Oktober 2008, pukul 16.05
dedicated to,,,, Nar,,,

Senin, 20 Oktober 2008

not meaning..

aku memang kalah tak mampu meraih hatimu,, aku memang kalah tak mampu meraih jiwa dan ragamu,, tp aku tak kalah dalam mencintaimu sebagaimana mereka yang telah meraih hati dan jiwa ragamu,, atau mungkin aku yang menang karena aku masih mencintaimu dalam kekalahan, meski aku telah putus asa..
mungkin saat jalan-jalan sudah kau tutup untuk aku memelukmu, aku masih mencarimu meski hanya dalam dunia maya.. mungkin saat waktu mulai kau kunci untuk mendengar suaramu, aku masih menunggumu meski kau telah lenyap bersama lain wanita.. atau mungkin saat kututup rapat-rapat pintu dan jendela untuk lari dari derita dibawa, aku masih mencintaimu meski telah putus asa.. dan ketika tidak ada lagi tanda-tanda serta aku kehilangan arah untuk menemukanmu, ditempat inilah aku terbiasa menunggumu meski aku telah putus asa.

(dulu waktu gw bikin kalimat2 ini, rasanya so sweet bgt,,gw baca berulang2 seperti remaja2 membaca surat cinta dari pasangannya, seperti pujangga yg rela menderita untuk pujaannya, seperti pelukis yg sangat mengagungkan karya lukisnya, seperti penyanyi yg menciptakan lagu hits, semua terasa amazing pada masanya,tp skarang gw ngrasa kalimat2 yg terangkai itu lebaaay bgt alias super berlebihan. aaaaaah muak gw dengan fanatisme buta seperti yg gw gambarkan pada pengakuan di atas. ketika semua berubah secara revolusioner,, that's nothing. memikirkan hal yg lebih real jauh lebih berharga dari sekedar jd budak kekaguman..).